
Manga Story
Miu is girl and Levi is boy . I need colored manga "I'll be fine." Miu drink more Levi blood than was healthy, but it wouldn't harm Levi health. Levi picked Miu up before Miu passed out. A few days later Miu woke up and felt better. Someone was holding my hand and sleeping in chair close to bed. Miu moved a little and it woke Levi up. It was deep in the night It was Levi. "Miu.." Levi whispered and Miu blinked. "Levi" smiled and Levi hugged Miu. "I was so scared. Why aren't you taking care of yourself?" Levi asks and Miu start to cry. "I'm sorry." Levi puts his forehead against mine. "Don't apologize." Levi says and gets on the bed and hugs Miu tightly. It felt good. "I thought I was going to lose you when Finn was carrying you." He whispered and this time Miu held him close. "Am I okay?" Miu say to reassure Levi and his breathing calms down. Levi looks into Miu eyes again and Miu look into his. "Will it be okay how long have I been away?" "A week and a half." Levi replies and Miu widen eyes. "That's not possible." Miu say and he chuckles ironically. "That's right." Levi says and Miu kiss him. Levi kisses Miu back and caresses Miu cheek. Miu feel more sorry for scaring Levi than for almost dying. "I love you so much, Mia." "I love you too." Miu whisper and kiss Levi and pull Levi closer. Miu stroke Levis hair until both fall asleep again.










![ADEGAN 1 — EKSTERIOR, HALAMAN KOSONG — SIANG
[Shot wide]
Sebuah halaman beton kosong. Langit cerah. Angin kecil menggulung satu daun kering lewat frame. Tidak ada siapa-siapa.
Suara: Angin sepoi, langkah kaki kecil di kejauhan.
---
ADEGAN 2 — EKSTERIOR, SAMA — LANJUTAN
[Shot medium dari samping]
Cewek masuk frame dari kiri. Rambut berantakan, baju lusuh, ekspresi capek berat. Menyeret kursi kayu dengan satu tangan.
Suara: Gesekan kaki kursi di beton. Sreeet... sreeet...
Dia berhenti di tengah frame. Taruh kursi dengan hati-hati. Mengelap keringat. Duduk. Wajahnya berubah dari capek jadi senyum damai.
Dia menutup mata. Menghirup napas panjang. Puas.
Suara: Desah napas lega.
---
ADEGAN 3 — EKSTERIOR, SAMA — LANJUTAN
[Shot wide]
Dari sisi kanan frame, Cowok muncul. Berjalan tanpa suara. Postur lurus kaku. Ekspresi benar-benar datar, mata setengah tertutup.
Dia berhenti tepat di samping kursi, berdiri menghadap depan. Tidak melihat si Cewek. Tidak melihat kursi. Hanya... ada.
Suara: Hening. Angin.
Cewek membuka satu mata. Melirik ke atas ke arah Cowok.
---
ADEGAN 4 — INTERAKSI PERTAMA
[Shot medium, framing keduanya]
Cewek menunjuk dirinya sendiri, lalu menunjuk kursi. "Ini aku. Kursi."
Cowok melirik dengan mata super lambat. Dari bola mata bawah, naik sedikit. Melihat Cewek. Melihat kursi. Kembali melihat lurus ke depan. Tidak bereaksi.
Cewek berdiri. Gestur mempersilakan duduk dengan dua tangan. Wajah ramah.
Cowok menggeleng kecil. Sekali. Datar.
---
ADEGAN 5 — LOOP TAWAR-MENAWAR
[Shot close-up bergantian, tempo makin cepat]
Cewek menawarkan kursi — gestur lebih besar.
Cowok menolak — geleng makin tipis.
Cut ke Cewek: menawarkan dengan mata melotot.
Cut ke Cowok: geleng dengan mata masih setengah tutup.
Cut ke Cewek: menawarkan sambil melompat kecil.
Cut ke Cowok: geleng sambil memejamkan mata.
Speed ramp: Sekarang bergantian super cepat. Gestur tawaran makin absurd — Cewek menunjuk kursi, tepuk kursi, gosok-gosok kursi, peluk kursi, angkat kursi ke arah Cowok. Cowok tetap menggeleng datar di setiap cut.
Suara: Whoosh whoosh whoosh makin cepat. Lalu tiba-tiba...
HENTI TOTAL.
Suara: Record scratch. Hening.
---
ADEGAN 6 — LEDAKAN
[Shot wide]
Cewek diam membeku. Senyumnya patah. Wajahnya berubah jadi gelap, bayangan menutupi mata.
Dia mengangkat kursi tinggi-tinggi di atas kepala dengan dua tangan. Pose seperti mau banting.
Mulutnya terbuka (seolah teriak, tapi tanpa suara).
LEMPAR KERAS. Kursi keluar frame kanan.
Suara: BRAAAK... creak... creak... (suara kursi jatuh berdebum, lalu goyang-goyang di luar frame, akhirnya diam)
---
ADEGAN 7 — HENING PASCA BADAI
[Shot medium, dua karakter berdiri]
Keduanya berdiri. Tanpa kursi. Saling berhadapan dari jarak dua meter.
Cowok menatap Cewek. Cewek menatap Cowok. Nafas Cewek masih naik turun karena emosi.
Cowok... masih datar. Tidak terpengaruh sama sekali.
Angin lewat lagi. Daun kering yang sama dari Adegan 1 lewat lagi.
Suara: Angin sepoi.
---
ADEGAN 8 — PUNCHLINE PERTAMA
[Shot close-up ke tangan Cowok]
Tangan Cowok masuk ke saku celana. Gerakan super lambat.
Klik... (bunyi logam kecil)
Tangannya keluar. Memegang sesuatu yang terlipat. Kecil. Persegi panjang.
Dia letakkan di tanah.
Klik... klik... klik... Dibukanya dengan tiga gerakan terpisah dan lambat.
Sekarang terlihat: kursi lipat kecil. Sangat kecil. Hanya cukup untuk pantatnya sendiri.
---
ADEGAN 9 — DUDUK
[Shot medium dari depan]
Cowok duduk. Pelan. Punggung lurus. Tangan di paha. Lutut naik karena kursi terlalu pendek. Tapi dia duduk dengan postur sempurna.
Dia menutup mata. Menghembuskan napas dari hidung kecil. Wajahnya tetap datar, tapi ada sedikit sudut bibir naik. Puas versinya sendiri.
Cewek melihat semua ini dari sisi kiri frame. Mulutnya menganga. Mata melebar. Seluruh tubuhnya membeku.
Suara: Cricket sound. Jangkrik.
---
ADEGAN 10 — TWIST AKHIR
[Shot wide]
Cewek berjalan mendekat. Bukan ke kursi lipat. Bukan ke depan Cowok. Tapi ke... samping-belakang Cowok.
Cowok masih duduk dengan mata terpejam.
Cewek berdiri tepat di belakangnya. Mengukur jarak. Membidik.
Dia jongkok sebentar, lalu...
DUDUK DI ATAS KEPALA COWOK.
---
ADEGAN 11 — FREEZE FINAL
[Shot medium dari depan, framing sempurna]
Cowok duduk di kursi lipat kecil. Postur tetap lurus. Mata masih terpejam. Tapi sekarang muncul satu tetes keringat besar di pelipisnya.
Di atas kepalanya, Cewek duduk bersila. Senyum puas kembali ke wajahnya. Mata tertutup. Damai. Seperti di Adegan 2.
Keduanya diam.
Kamera hold 3 detik.
Kartu judul muncul:
"KURSI"
Suara: Pop kecil saat judul muncul. Lalu sunyi.
FIN.](https://media.mangaai.com/c8988f36-016b-4e6a-b8f4-96cc9c693303.png)






























