
Manga Story
dos amigas van caminando por los pasillos de la escuela hacia el laboratorio de computadoras donde todo esta hecho un caos y ahi esta su amigo que sabe de eso quien comienza a hablarles de como llevar la administracion de esos centros 🌮 PÁGINA 1 – “Camino al desastre” Viñeta 1 (Laura y Renata caminando por el pasillo) Laura: “Dicen que el laboratorio de cómputo ya quedó listo…” Viñeta 2 Renata: “Sí claro… listo para que no sirva nada 😒” Viñeta 3 (Abren la puerta… cables tirados, compus fallando) Laura: “NO INVENTES… ¿qué pasó aquí? 😨” Viñeta 4 Renata: “Parece que pasó un huracán… pero de tecnología 💀” Viñeta 5 (Rodrigo sentado tranquilo en una silla) Rodrigo: “Ah, ya llegaron.” Viñeta 6 Laura: “¿¡Y tú tan tranquilo viendo este desastre!?” 🧃 PÁGINA 2 – “El experto explica” Viñeta 1 Rodrigo: “Esto pasa cuando nadie administra un centro de cómputo.” Viñeta 2 Renata: “¿Administrar? Si nomás son compus…” Viñeta 3 (Rodrigo señala todo el caos) Rodrigo: “Error uno: sin planeación. Nadie organizó equipos, horarios ni usuarios.” Viñeta 4 (Una compu falla) Laura: “¡Otra más! ¡Ya se están muriendo todas! 😭” Viñeta 5 Rodrigo: “Error dos: sin mantenimiento. No limpian, no actualizan, no revisan nada.” Viñeta 6 Renata (bromeando): “Ah, o sea las trataron peor que mi cuarto 😅” 🔧 PÁGINA 3 – “Arreglando el relajo” Viñeta 1 Rodrigo: “Para que funcione: planeación, organización, mantenimiento y seguridad.” Viñeta 2 Laura (anotando): “Ok… horarios, reglas y responsables…” Viñeta 3 Renata: “Yo pongo orden: nadie entra con comida, luego dejan todo hecho un cochinero 😤” Viñeta 4 (Rodrigo revisando una compu) Rodrigo: “También antivirus, contraseñas y respaldos.” Viñeta 5 (El lugar empieza a mejorar) Laura: “Oye… sí está funcionando 👀” Viñeta 6 Renata: “Quién diría… sí era cosa de no hacer todo al aventón.” 😎 PÁGINA 4 – “Ahora sí sirve” Viñeta 1 (Usuarios usando compus felices) Usuario: “¡Ahora sí jalan bien!” Viñeta 2 Laura: “Administrar no era difícil… solo nadie lo hacía 😅” Viñeta 3 Rodrigo: “Exacto. Sin administración, el caos es seguro.” Viñeta 4 Renata: “Como cuando dejas todo para el final… ya valiste 😭” Viñeta 5 Laura (orgullosa): “Pues aquí ya no va a pasar eso 😎✨” Viñeta 6 Rodrigo (sonríe leve): “Bien hecho… ya le saben.”










![ADEGAN 1 — EKSTERIOR, HALAMAN KOSONG — SIANG
[Shot wide]
Sebuah halaman beton kosong. Langit cerah. Angin kecil menggulung satu daun kering lewat frame. Tidak ada siapa-siapa.
Suara: Angin sepoi, langkah kaki kecil di kejauhan.
---
ADEGAN 2 — EKSTERIOR, SAMA — LANJUTAN
[Shot medium dari samping]
Cewek masuk frame dari kiri. Rambut berantakan, baju lusuh, ekspresi capek berat. Menyeret kursi kayu dengan satu tangan.
Suara: Gesekan kaki kursi di beton. Sreeet... sreeet...
Dia berhenti di tengah frame. Taruh kursi dengan hati-hati. Mengelap keringat. Duduk. Wajahnya berubah dari capek jadi senyum damai.
Dia menutup mata. Menghirup napas panjang. Puas.
Suara: Desah napas lega.
---
ADEGAN 3 — EKSTERIOR, SAMA — LANJUTAN
[Shot wide]
Dari sisi kanan frame, Cowok muncul. Berjalan tanpa suara. Postur lurus kaku. Ekspresi benar-benar datar, mata setengah tertutup.
Dia berhenti tepat di samping kursi, berdiri menghadap depan. Tidak melihat si Cewek. Tidak melihat kursi. Hanya... ada.
Suara: Hening. Angin.
Cewek membuka satu mata. Melirik ke atas ke arah Cowok.
---
ADEGAN 4 — INTERAKSI PERTAMA
[Shot medium, framing keduanya]
Cewek menunjuk dirinya sendiri, lalu menunjuk kursi. "Ini aku. Kursi."
Cowok melirik dengan mata super lambat. Dari bola mata bawah, naik sedikit. Melihat Cewek. Melihat kursi. Kembali melihat lurus ke depan. Tidak bereaksi.
Cewek berdiri. Gestur mempersilakan duduk dengan dua tangan. Wajah ramah.
Cowok menggeleng kecil. Sekali. Datar.
---
ADEGAN 5 — LOOP TAWAR-MENAWAR
[Shot close-up bergantian, tempo makin cepat]
Cewek menawarkan kursi — gestur lebih besar.
Cowok menolak — geleng makin tipis.
Cut ke Cewek: menawarkan dengan mata melotot.
Cut ke Cowok: geleng dengan mata masih setengah tutup.
Cut ke Cewek: menawarkan sambil melompat kecil.
Cut ke Cowok: geleng sambil memejamkan mata.
Speed ramp: Sekarang bergantian super cepat. Gestur tawaran makin absurd — Cewek menunjuk kursi, tepuk kursi, gosok-gosok kursi, peluk kursi, angkat kursi ke arah Cowok. Cowok tetap menggeleng datar di setiap cut.
Suara: Whoosh whoosh whoosh makin cepat. Lalu tiba-tiba...
HENTI TOTAL.
Suara: Record scratch. Hening.
---
ADEGAN 6 — LEDAKAN
[Shot wide]
Cewek diam membeku. Senyumnya patah. Wajahnya berubah jadi gelap, bayangan menutupi mata.
Dia mengangkat kursi tinggi-tinggi di atas kepala dengan dua tangan. Pose seperti mau banting.
Mulutnya terbuka (seolah teriak, tapi tanpa suara).
LEMPAR KERAS. Kursi keluar frame kanan.
Suara: BRAAAK... creak... creak... (suara kursi jatuh berdebum, lalu goyang-goyang di luar frame, akhirnya diam)
---
ADEGAN 7 — HENING PASCA BADAI
[Shot medium, dua karakter berdiri]
Keduanya berdiri. Tanpa kursi. Saling berhadapan dari jarak dua meter.
Cowok menatap Cewek. Cewek menatap Cowok. Nafas Cewek masih naik turun karena emosi.
Cowok... masih datar. Tidak terpengaruh sama sekali.
Angin lewat lagi. Daun kering yang sama dari Adegan 1 lewat lagi.
Suara: Angin sepoi.
---
ADEGAN 8 — PUNCHLINE PERTAMA
[Shot close-up ke tangan Cowok]
Tangan Cowok masuk ke saku celana. Gerakan super lambat.
Klik... (bunyi logam kecil)
Tangannya keluar. Memegang sesuatu yang terlipat. Kecil. Persegi panjang.
Dia letakkan di tanah.
Klik... klik... klik... Dibukanya dengan tiga gerakan terpisah dan lambat.
Sekarang terlihat: kursi lipat kecil. Sangat kecil. Hanya cukup untuk pantatnya sendiri.
---
ADEGAN 9 — DUDUK
[Shot medium dari depan]
Cowok duduk. Pelan. Punggung lurus. Tangan di paha. Lutut naik karena kursi terlalu pendek. Tapi dia duduk dengan postur sempurna.
Dia menutup mata. Menghembuskan napas dari hidung kecil. Wajahnya tetap datar, tapi ada sedikit sudut bibir naik. Puas versinya sendiri.
Cewek melihat semua ini dari sisi kiri frame. Mulutnya menganga. Mata melebar. Seluruh tubuhnya membeku.
Suara: Cricket sound. Jangkrik.
---
ADEGAN 10 — TWIST AKHIR
[Shot wide]
Cewek berjalan mendekat. Bukan ke kursi lipat. Bukan ke depan Cowok. Tapi ke... samping-belakang Cowok.
Cowok masih duduk dengan mata terpejam.
Cewek berdiri tepat di belakangnya. Mengukur jarak. Membidik.
Dia jongkok sebentar, lalu...
DUDUK DI ATAS KEPALA COWOK.
---
ADEGAN 11 — FREEZE FINAL
[Shot medium dari depan, framing sempurna]
Cowok duduk di kursi lipat kecil. Postur tetap lurus. Mata masih terpejam. Tapi sekarang muncul satu tetes keringat besar di pelipisnya.
Di atas kepalanya, Cewek duduk bersila. Senyum puas kembali ke wajahnya. Mata tertutup. Damai. Seperti di Adegan 2.
Keduanya diam.
Kamera hold 3 detik.
Kartu judul muncul:
"KURSI"
Suara: Pop kecil saat judul muncul. Lalu sunyi.
FIN.](https://media.mangaai.com/c8988f36-016b-4e6a-b8f4-96cc9c693303.png)






























